Alasan utamanya dapat dikaitkan dengan insentif ekonomi, toleransi budaya terhadap industri seks, legalisasi operasi industri, dan upaya sebagian wanita untuk meraih ketenaran dan kekayaan. Artikel ini membahas mengapa begitu banyak wanita di Jepang membuat video dewasa (AV). Artikel ini juga menyentuh topik tentang toleransi yang absurd dan impian selebriti yang menyimpang di masyarakat Jepang.